1. Pemeriksaan struktur dan penyegelan cangkir minyak
Setiap perawatan memerlukan konfirmasi bahwa baut pengikatnya cangkir minyak lift tidak kendor atau rontok, dan badan cangkir tidak retak atau rusak. Jika badan cangkir berubah bentuk atau strip penyegel sudah tua, maka perlu diganti untuk mengurangi risiko kebocoran oli. Periksa juga apakah strip penyegel penutup cangkir oli masih utuh dan apakah ada rembesan oli pada sambungan antara bagian bawah cangkir dan sepatu pemandu. Pemasangan cangkir oli yang miring atau tidak rata dapat dengan mudah menyebabkan kebocoran oli, dan pengukur level perlu digunakan untuk kalibrasi.
2. Pengamatan kuantitas minyak dan kualitas minyak
Ketinggian minyak pada cangkir minyak harus dijaga pada kisaran 2/3 hingga 3/4. Jika jumlah minyak kurang dari 1/4, maka perlu diisi ulang tepat waktu. Jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan tumpahan minyak mencemari sumur. Amati perubahan warna oli secara rutin. Jika terjadi kekeruhan, emulsifikasi atau pengendapan pengotor, oli pelumas perlu diganti. Oli yang sangat terkontaminasi akan mempercepat keausan rel pemandu dan bahkan menyumbat tabung pemandu oli kapiler.
3. Siklus pemeliharaan dan adaptasi lingkungan
Dalam kondisi normal, oli pelumas harus diisi ulang atau diganti setiap 3-6 bulan. Disarankan untuk mempersingkatnya menjadi 1-2 bulan dalam skenario penggunaan elevator frekuensi tinggi. Frekuensi pemeriksaan perlu ditingkatkan di lingkungan yang berdebu atau lembab. Selama perawatan, kain tahan minyak harus diletakkan di bagian bawah poros untuk mencegah tetesan minyak dan kontaminasi. Jika ditemukan kebocoran cangkir oli, elevator harus segera dihentikan untuk diperiksa guna mencegah oli menimbulkan korosi pada komponen listrik.
